CHRISTOPHE BAGONNEAU
Photographe(r)
I was in Manila, Philippines, in 2004 for few days, and took some photographs of few guys. I bought also some old pieces of textile, which are still waiting to be processed in my closet. Nevertheless I cant help showing some of those portraits, especially that one : the model seems so scared... even if we only feel it in tiny details... I like this kind of portraits far from glamour & the so call beauty... MORE TO COME.
J'étais à Manille, Philippines, en 2004 pour quelques jours. J'y ai photographié quelques personnes et acheté d'anciens textiles en prévision de mon projet Acheiropoeitos. Les tissus sont encore dans mon armoire et je n'ai pas trouvé le temps de travailler dessus. Cependant, je ne peux resister à l'envie de partager certains visages, dont celui-ci. Je l'aime tout particulièrement parce qu'on y décèle, en d'infimes détails une peur presque panique. Je préfère en effet toujours me tenir à l'écart du glamour et du joli.
Trinity : Abraham Hospitality (japanese project / Menologion series)
Le chêne de Mambré (projet japonais / série Ménologe)
Lorsque le portrait s’est imposé dans mon travail photographique, il n’a su se départir d’une référence aujourd’hui absolument incontournable pour moi,
Je ne
Ma véritable entrée en photographie, quand l’œil enfin pense ce qui nous regarde, correspond à mon arrivée en Asie. Je ne me hasarderai à aucune interprétation, mais mon travail en a déjà tiré toutes les conséquences nécessaires, en choisissant son objet dans le lieu même de son éveil : un corps imberbe, bridé et masculin. Et si j’ai conscience de traquer cette vie dans une pensée qui malgré tout demeure judéo-chrétienne, je l’ai cependant harponnée du côté le plus oriental de mon Occident chrétien, dans un référentiel où
Pas de système dans mon travail, mais une certaine monomanie. Je ne peux simplement pas me tenir ─ ou si peu ─ hors du face à face et du corps à corps.
I do not know how to photograph. I do it by chance or in following my intuition. I can’t steal anything from time, events or daily life. I also waste a lot of opportunities during trips and wedding banquets. I can only take cases that people are willing to let me have - I mean specific conditions, situations without changes – in which I’ve already defined the context, and from which I could neither move away nor depart form and even less free myself. I also do not know how to make light, I take it the way it comes to me, in the closest close-ups possible, the closest to the skin and its blemish. And if I occasionally tear something out of these, it may very be: the fuzziness and blurriness in the body’s sharpness, since our eyes - unwilling to obey us – always hold us on one side of these two worlds, the vague against clarity back to back in what our organs allow us to perceive as reality.
My arrival to
There’s no system in my work, but a kind of monomania. I usually can’t stand – or so little - far away from the face to face, from the body.
When portrait imposed itself in my photographic process, one reference that could absolutely not be left behind was the sacred icons in orthodox churches. But if I draw my inspiration from or
In the nineteenth century, the increasing people’s demand for icons brought about a mass production. All Russian’s workshops and craftsmen till the most remote villages were making icons. Works from that period, called Krasnouchki, were characterized by their simplified composition. Even though, they drew sometimes towards schematism, they expressed an extraordinary faculty of synthesis, lacking sometimes in the most refined workshops. The drawing was generally reduced into a simple draft, and colours were confined to the most basic tones.
我不諳攝影。我拍東西都是碰巧、靠直覺。我無法從時間、事件或是日常生活中偷取任何點滴;而我也浪費了許多旅遊與婚禮的機會進行攝影。我只能從事別人願意讓我拍的個案(我指的是專門的情況,沒有變卦的情形。),於是我會事先下個定義,便不會躲避或是遠離,更不會逃跑。我也不知道如何製造光線,我截取的是那些朝我而來的光線,在最靠近拍攝對像皮膚的狹小範圍裡,以及因此而形成的不完美。而我要是偶爾嘗試從中獲取什麼,那只可能是:在軀體清晰曲線裡的模糊光影,就像我們雙眼所見的-要不是模糊,要不就清楚-讓我們一直都在這種世界的兩種極端裡。模糊與清晰在我們的眼睛讓我們感受真實的一切當中,背道而行。
我真正投入攝影,即眼睛終於想到看著我們的是什麼,是我到了亞洲之後。我不嘗試作任何解釋,但選擇一個物件在其甦醒之處:一個稚嫩、蜷曲的男性軀體,我的工作便因而呈現所有必然的結果。若我企圖將這樣的生命框限在一種想法中,一種猶太天主教徒的意念裡,我想自己確實在西方天主教概念中最東方的部份了。我的參考座標就是在諾果絡(Novgorod,俄國以聖像聞名的城市)到處閃動著金光的聖像。
我的工作裡是沒有系統的,但有某種偏執。若不能面對面以及與被攝影人有親暱的接觸,我通常無法,或是鮮少,能夠拍出作品。
當肖像成為我攝影工作中不可或缺的一部份時,有一項對我來說絕對不能拋棄的重要參照,那就是東正教教堂裡的聖像。但我若是從此便從希臘或俄國汲取靈感,這並不只是為了聖像本身,也具精神層面的意涵,因為肖像就是在所有的肉身上展現一些神聖。我在自己一系列的拍攝中,抑或是在某些光線處理上發現了一種模式。事實上,那些聖像雕塑家便是在那些雕像中尋找這份光亮。而相當矛盾的是,有時候,以我的模式來看,所有的一切對我來說都有著相同的美感:近景、沒有主體感或時間因素、看不見的顏色,都存在於我們所謂的簡樸聖像(俄文krasnouchki)的精神當中。
十九世紀,一般民眾對於聖像的需求促成大量出產。整個俄國的工作坊與工藝家,即便是偏遠地方的小村落,都投入製作聖像的行列。這些出產的作品,也就是簡樸聖像。它們所表現出的是種結構上的簡化,通常近乎模式化;而即便是最細致的工作坊偶爾也缺乏絕大的合成能力。繪圖經常簡化成一幅草稿,而色彩則粗略地表現出最基本的色調。
不論他們有多平庸,這些東正教聖像一向呈現重要宗教藝術作品裡普遍的主題。這些木板上的聖像不斷滋養我們沒有意識到的最瘋狂的宗教顯靈。因為每次所表現的是:讓人觀賞,耶穌以人的樣子出現,舉著手指表達無聲的言語。不論我們大筆揮撒的是墮入地獄還是在塔博山上(Mont Thabor,耶穌升天的地方)的一片光明,我們為了一種聖體的解讀,犧牲了一種讓人類在一瞬間獲得充實的神聖存在。這種神性的介入,或是類近的事物,一般來說是印尼這個國家中的主要特色,尤其在巴里島。人們在島上談論著仙女附身,或是神靈上身,這都是非理性的部份,然而我們的夢還有我們的根源一向都展現對性別的迷惑,但這一切卻讓跳舞的我們轉動著眼珠,折彎了手指。
(Perwujudan Tuhan)
Diterjemahkan oleh Dalih Sembiring
Saya tidak bisa memfoto dengan baik. Saya melakukannya cuma secara kebetulan atau sekedar mengikuti intuisi. Mencuri semua dari sang waktu, dari kejadian-kejadian, atau dari hidup sehari-hari saya tidak mampu. Pun telah saya sia-siakan begitu banyak kesempatan dalam pelbagai perjalanan dan jamuan-jamuan pernikahan. Yang dapat saya ambil hanya beberapa hal milik orang lain, yang diberinya saya izin untuk mengambilnya –yaitu kondisi-kondisi tertentu, situasi-situasi yang tidak mengenal perubahan. Yang konteksnya telah saya definiskan sendiri. Yang darinya saya tidak bisa menjauh atau pergi, tak bisa membebaskan diri. Sebab saya juga tidak tahu bagaimana semestinya mengatur cahaya. Saya menerimanya biar bagaimanapun, dari manapun, ia jatuh pada saya, pada pengambilan close up yang sedekat mungkin, sedekat mungkin pada kulit beserta bopeng-bopengnya. Dan terkadang bila saya mampu mencabik sesuatu daripadanya, kemungkinan besarnya inilah yang akan muncul: kabur dan samar sosok tubuh yang sedianya jelas dan nyata, sebab mata kita –dalam berontaknya– senantiasa menahan kita pada salah satu dari dua dunia tadi, bila tak samar maka terang, saling memunggungi dalam apa yang disuguhkan oleh indera-indera kita sebagai kenyataan.
Kedatangan saya ke Asia berbading lurus dengan berkecimpungnya saya ke dalam dunia fotografi, ketika sepasang mata ini akhirnya menyadari apa yang ada di depan mereka. Tanpa perlu diberi interpretasi, karya-karya saya sudah hadir bersama semua kesimpulan yang diperlukannya, yaitu dalam hal memilih objek tepat di tempat seseorang terbangun: seorang Adonis Asia. Dan bila saya cukup sadar untuk menelusuri hidup ini dalam kerangka pemikiran Judeo-Kristiani, saya telah mencoba menjaringnya ke sisi paling Timur dari muasal Kristen saya yang sungguh Barat, dalam perujukan yang menggambarkan Noygorod masih berkilau dengan segala keemasannya.
Tak ada sistem dalam kekaryaan saya, yang ada hanyalah ketagihan pada ke-monoton-an. Saya biasanya tak tahan –tidak biasa– berjauhan dari rupa wajah, serta dari tubuh.
Ketika potret tertuang dalam proses fotografis saya, satu rujukan yang betul-betul tidak boleh dilupakan adalah ikon-ikon keramat dari gereja-gereja ortodoks. Tapi jika saya tengah mencari inspirasi dari Yunani atau Rusia, yang menjadi lebih penting adalah jiwa dibandingkan garis-garis itu sendiri, memberikan kesucian pada segenap daging. Dari inspirasi tersebut, saya menemukan sebuah paradigma untuk rangkaian pengaturan atau bahkan cara tertentu untuk bekerja dengan cahaya, sebab para pemahat ikon-ikon sesungguhnya mencari cahaya itu dalam kekhusyukan kerja mereka. Walaupun terkadang saya sendirilah yang berseberangan dengan paradigma tadi, namun, bagi saya, seakan-akan selebihnya terlahir dari estetika ortodoks ini: imaji-imaji close up, sesedikit mungkin objek atau rujukan pada era tertentu, warna-warna yang tak terlihat; semua ini hadir dalam jiwa yang dinamai “ikon-ikon yang disederhanakan”, disebut juga kranouschki di Rusia.
Di abad ke-19, permintaan yang meningkat dari masyarakat akan ikon-ikon mendorong terjadinya produksi masal. Semua pekerja dan perupa Rusia dari desa-desa yang paling terpencil sekalipun beramai-ramai memproduksi ikon. Karya-karya periode tersebut, diberi istiah kranouschki, dicirikan oleh komposisi yang disederhanakan. Walaupun terkadang karya-karya itu mengarah pada skematisme, mereka mengekspresikan usaha sintesis luar biasa, yang kadangkala justru tidak nampak dari kelompok-kelompok pekerja seni paling berkelas sekalipun. Gambar-gambar tadi biasanya direduksi ke bentuk versi kasarnya yang sederhana, dan warna-warna dibatasi hingga ke nuansa yang paling dasar.
Biarkanlah hal tersebut apa adanya, dan cobalah kesampingkan segala kekurangannya, maka ikon-ikon keagamaan ini senantiasa menggambarkan tema umum karya-karya seni besar keagamaan. Lembar-lembar kayu itu tak akan pernah berhenti menyuapi ketidaksadaran keagamaan kita dengan segala epiphany (perwujudan Tuhan) yang paling gila. Nyata kini, itulah maksud dari semua ini: memberi agar memahami, menegang pada daging, jari agung yang bisu itu. Dan tak peduli goresan-goresan kaku yang menggambarkan jatuhnya manusia ke neraka atau diangkatnya ia ke surga diiringi cahaya, mari mengorbankan diri membaca Kini, sebuah kekinian suci yang dengannya manusia bisa memperkaya dirinya dalam sekejap. Intervensi agung ini, atau yang mirip-mirip dengannya secara asimilatif, merupakan satu dari ciri-ciri utama dunia Indonesia, dan Bali pada khususnya. Mereka berbicara mengenai kesurupan makhluk gaib, jin-jin yang menghantui. Maka pada saat itu segala irasionalitas kitalah –dari mimpi-mimpi serta asal-muasal kita, dalam kebingungan abadi kelamin-kelamin– yang mengerakkan bola mata dan melengkungkan jari-jemari kita.
私は写真を撮る術を知らない。偶然や、直感によって写真にするのである。時を盗むことなど何も知らず、出来事や日常に勝るものなど何も知らず、また同様の無能さで休暇や婚姻を無為なものにしてしまうこともある。特異な脈絡の中で供え物となるような、誰かが与えようとしてくれるものしか撮るに至らず ― すなわち、唯一無二、何も変えず ― 雨降る午後の自分のアパルトマンの中、不確かなストーブガード、そこから離れることも、それを捨ててしまうことも、ましてや乗り越えることなどはもってのほか。私は光を作り出す術も知らない。肌ぎりぎりの、その欠点も含めて、その緊迫したカットの中にやってくる光をそのまま受け取るのみ。時々何かをもぎ取ってやろうとするのは、それでも、恐らくは、そういったもの。研ぎ澄まされた身体の輪郭のぼやけ。ゆえに、我らの眼というものは ― むしろ、我らに従うようなことなど殆どなく ― 我らの器官によって与えられた感覚が現実と感じるものの中に、無差別に送られてくる曖昧さと明快さ、それらの世界のどちらか一方を留めるのである。
私が真に写真の世界に入ったのは、眼が我らを見つめるものを確信したとき、アジアにやって来た頃にあたる。あえていかなる解釈にも頼ろうとは思わないが、まさに私が目覚めた場所で、自らの目的を選択することにより、あらゆる必要な結果をそこから引き出てしまった。未熟な、抑圧された、男性の身体。そしてもし、それにもかかわらず、ユダヤ・キリスト教徒としての想いの中で、その生命を追い求めようとする意識があるとすれば、ノヴゴロドの町がその黄金でいまだ輝いている総体の中で、私は、私のキリスト教的西洋の最も東洋的な部分を捕まえたのである。
であるから、私のやり方にはシステムがあるわけではなく、ある種の偏執といえるもののみ。ただ単に、私は、顔と顔、身体と身体の対峙なくして、 ― あるいはほんの少しの例外を除いて ― 踏みとどまることができない。